Indonesia vs Malaysia
Posted by admin on 03 June 2009 02:50

Indonesia vs Malaysia

 

Dua bangsa yang katanya serumpun ini, akhir-akhir ini lewat media massa kita lihat timbul perselisihan, dari perselisihan dalam keluarga (kasus Putra Mahkota Kerajaan Kelantan/Manohara) dan sengketa pelanggaran kedaulatan RI oleh kapal-kapal perang Malaysia di perairan Ambalat Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Timur.

Pada kasus manohara, kita belum tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Masing-masing pihak saling memberikan keterangan pembenaran atas kasus itu. Sedangkan pada kasus Ambalat, sudah jelas-jelas kapal perang Malaysia telah berulang kali melanggar batas wilayah negara bahkan sampai mengusir nelayan Indonesia yang mencari ikan diwilayah negara sendiri itu.


Extended News

Indonesia vs Malaysia

Dua bangsa yang katanya serumpun ini, akhir-akhir ini lewat media massa kita lihat timbul perselisihan, dari perselisihan dalam keluarga (kasus Putra Mahkota Kerajaan Kelantan/Manohara) dan sengketa pelanggaran kedaulatan RI oleh kapal-kapal perang Malaysia di perairan Ambalat Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Timur.

Pada kasus manohara, kita belum tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Masing-masing pihak saling memberikan keterangan pembenaran atas kasus itu. Sedangkan pada kasus Ambalat, sudah jelas-jelas kapal perang Malaysia telah berulang kali melanggar batas wilayah negara bahkan sampai mengusir nelayan Indonesia yang mencari ikan diwilayah negara sendiri itu.

Kita harapkan pemerintah dapat lebih tegas dan serius menyelesaikan permasalah ambalat ini, jangan sampai terlepasnya pulau Sipadan dan pulau Ligitan terulang lagi dengan lepasnya wilayah Ambalat ini.

Ambalat memang bukan suatu pulau, namun gugusan karang yang memiliki potensi perikanan dan kandungan migas yang besar. Mungkin melihat hal ini Malaysia berniat mencaplok lagi wilayah perairan Ambalat ini, apalagi mereka telah memenangkan sengketa pulau Simpadan dan pulau Ligitan.

Belajar dari kasus itu, hendaknya pemerintah (pusat) harus lebih memperhatikan pulau-pulau terluar dan batas negara agar tidak diakui oleh negara lain.